Home » Berita Utama » Puluhan Aset Akper Hancur
Puluhan Aset Akper Hancur
DIRUSAK : Selama ini masyarakat hanya mengetahui mahasiswa Akper melakukan aksi menyegel kampus. Namun, belakangan diketahui puluhan aset milik Akper itu dirusak saat mahasiswa menyegel kampus. [FOTO FOR LUWUK POST]

Puluhan Aset Akper Hancur

Diduga Kuat Dirusak saat Mahasiswa Segel Kampus

LUWUK-Aksi segel kampus yang dilakukan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Luwuk selama hampir dua bulan, menyisakan masalah besar bagi institusi yang saat ini dipimpin pelaksana tugas (Plt) Direktur Akper Sutanto Hambali.
Pasalnya, seluruh aset aset berharga milik akademi yang sebelumnya dipimpin dr Anang Otoluwa tersebut dirusak oleh oknum yang diduga kuat adalah mahasiswa Akper yang melakukan aksi segel kampus beberapa waktu lalu.
Dari data yang berhasil dihimpun koran terlihat sebagian besar aset yang secara sengaja dirusak adalah komputer. Beberapa unit komputer itu biasanya digunakan mahasiswa untuk kepentingan mengakses internet.
Tak hanya itu, beberapa unit CPU dan monitor milik akademi itu juga hilang. Hingga saat ini keberadaan komputer yang hilang itu tidak diketahui keberadaannya.
Tak hanya komputer yang dirusak, mesin fotocopy yang seharga jutaan rupiah itu juga ikut dirusak selama aksi penyegelan kampus dilakukan. Sejumlah ruangan milik dosen juga dibongkar. Tidak diketahui alasan oknum yang tidak bertanggungjawab itu merusak seluruh aset milik Akper Luwuk.
Akibat kerusakan aset yang ditaksir mencapai ratusan juta itu bakal menyeret koordinator aksi mahasiswa Akper bertanggungjawab atas rusaknya seluruh aset milik akademi milik Pemkab Banggai tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Akper Sutanto Hambali saat dikonfirmasi terkait aksi pengrusakan aset Akper selama kampus itu disegel, tidak ingin memberikan komentar lebih jauh terkait rusaknya aset Akper tersebut. “Saya tidak ingin berkomentar dulu. Saya masih menunggu hasil stok opname aset dulu,” tandasnya, Selasa (28/10).
Meski begitu, Sutanto menyayangkan aksi pengrusakan aset milik institusi itu. Menurutnya, tidak bijak kalau pada akhirnya ada permakluman terhadap oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut. “Saya hanya pelaksana tugas dan hanya menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas. Tetapi, secara pribadi saya sangat menyayangkan terhadap oknum yang melakukan pengrusakan aset tersebut,” pungkasnya. (bd)

About kanaya