Home » Berita Utama » Sembilan Mobil Hasil Penggelapan Ditemukan
Sembilan Mobil Hasil Penggelapan Ditemukan
BARANG BUKTI : 9 Mobil rental yang berhasil ditemukan polisi dari sindikat penggelapan mobil, di Mapolres Banggai, Senin (20/10) kemarin. [foto : Van / Luwuk Post]

Sembilan Mobil Hasil Penggelapan Ditemukan

Dua Tersangka Ditahan, Tiga DPO, Satu Oknum Polisi Masih Tugas

LUWUK-Setelah berhasil menangkap DA dan IP, dua pelaku penggelapan mobil rental, Kapolres Banggai AKBP Dulfi Muis, Senin (20/10), membeberkan 9 kendaraan yang digelapkan kedua tersangka.
Kesembilan kendaraan itu sendiri ditemukan polisi di empat tempat berbeda, yakni di kota Luwuk, kota Palu, Pare-pare dan di Mangkutana, Sulawesi Selatan.
Dikatakan, dari 21 kendaraan roda empat yang digelapkan kedua pelaku, sembilan diantaranya telah ditemukan, sementara sisanya masih dalam pencarian.
Saat ini, kedua pelaku yang telah ditahan ditetapkan sebagai tersangka utama. Sedangkan kaki tangan keduanya yang bertugas mendistribusikan mobil curian masih buron. Ketiga buronan yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut antara lain AR, KH, dan ID. Satu tersangka lainnya yang merupakan oknum polisi berinisial SU, belum ditahan dan masih aktif bertugas sebagai anggota polres Banggai.
Modus para pelaku dalam menjalankan aksinya, yakni meminjam kendaraan untuk waktu yang cukup lama. Sebulan pertama mobil yang dirental itu dibayar lunas. Namun, bulan berikutnya kendaraan itu sudah berpindahtangan. Kendaraan tersebut rata-rata dijual dengan harga yang relatif murah, dan menggunakan surat-surat kendaraan palsu.
Kesembilan mobil yang berhasil ditemukan antara lain; DN 548 CA, DN 762 CA, DN 732 AQ, DN 414 CB, DB 1652 AF, DN 332 CB, DN 419 CB, DN 1171 CD dan B 1358 RV yang ditemukan belum lama ini. Semuanya telah diamankan di Mapolres Banggai.
Informasi yang dihimpun, para pemilik mobil bakal mengajukan permohonan pinjam pakai sehingga kendaraan tersebut dapat terjamin perawatannya.

Keberadaan 12 Mobil Lain Masih Dicari
Sementara itu, selain menetapkan tiga orang dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus penggelapan 21 mobil rental. Polres Banggai juga menetapkan sejumlah kendaraan dalam Daftar Pencarian Barang (DPB). Surat tersebut telah dikirimkan ke sejumlah Polda untuk dapat membantu proses pencarian tersangka serta barang bukti kendaraan yang digelapkan.
Kepada sejumlah perwakilan media, Kapolres Banggai, AKBP Dulfi Muis SIk SH MH didampingi Kasat Reskrim Polres Banggai, Iptu Yefta RH Aruan menjelaskan pihaknya telah menetapkan tiga tersangka lain sebagai DPO. Bahkan, sebanyak 12 unit kendaraan roda empat yang dilaporkan telah digelapkan para tersangka juga telah ditetapkan dalam DPB. Kapolres berharap jajaran kepolisian daerah (Polda) lainnya dapat membantu proses penelusuran tersangka dan barang bukti yang masih buram.”Ketiga tersangka yang masih buron merupakan saksi mahkota. Karena mereka yang paling tau kemana 12 kendaraan itu didistribusikan,” ungkap Yefta.
Sehingganya, pengejaran masih terus dilakukan polisi terhadap tiga tersangka itu. Upaya pencarian dilakukan dengan menyebarkan gambar para tersangka baik ke media cetak, elektronik maupun cara lainnya. Tak hanya itu, permohonan bantuan ke sejumlah Polda se Sulawesi juga telah dilakukan untuk dapat mempersempit ruang gerak para tersangka. “Karena ketiga tersangka ini masih buron akan kita upayakan untuk menyebarkan gambar para tersangka agar mempersempit ruang geraknya,” paparnya lagi.
Dikatakan, kesulitan aparat dalam melakukan pencarian mobil yang digelapkan, karena kendaraan tersebut telah berpindahtangan dan kebanyakan juga telah berganti pelat.”Tapi pelat dan STNK serta BPKB yang digunakan sebenarnya palsu. Karena terbukti beberapa kendaraan yang ditemukan menggunakan STNK palsu,” jelas Yefta lagi.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan proses jual beli dari tangan ke tangan atau antar perorangan, sebaiknya, memperhatikan dengan baik garis pengaman yang ada pada STNK.” Garis pengaman itu sama kayak yang ada di uang kertas, gambarnya kalau diterawang pasti nyambung. Tapi kalau dilihat kasat mata putus-putus,” sebutnya.
Atau jika merasa kurang yakin, Yefta menyarankan agar dapat menanyakan ke kantor polisi atau Samsat terdekat untuk dapat memastikan keaslian surat-surat kendaraan itu.(van)

About kanaya