Home » Editorial » Semoga Pakta sesuai Fakta
Semoga Pakta sesuai Fakta
Editorial

Semoga Pakta sesuai Fakta

KITA menyambut gembira rencana deklarasi dan penandatanganan pakta integritas antikorupsi oleh pemda Banggai. Ikrar antikorupsi itu dikumandangkan bersamaan dengan apel akbar hari korupsi internasional Senin pagi (9/12) hari ini.
Political will pemda, khususnya Bupati Banggai Sofhian Mile itu yang harus kita hargai. Tidak mudah untuk meneguhkan tekad melawan korupsi di tengah godaan rupiah yang berseliweran di bilik-bilik kekuasaan. Bupati tentu saja sangat menyadari itu. Karenanya, keberanian bupati meneken pakta alias ikrar antikorupsi bisa dianggap sebuah terobosan berani dan bahkan monumental. Ini harus dicatat dengan tinta emas di buku sejarah perjalanan Kabupaten Banggai.
Ikrar aktikorupsi itu, tentu juga bukan sebuah lips service belaka. Berikrar antikorupsi artinya, bupati dan seluruh pejabat di semua tingkatan harus siap “puasa” menahan godaan rupiah dan penyalahgunaan kekuasaan. Sesungguhnya korupsi itu bukan sekadar mencuri uang rakyat. Menerima gratifikasi bahkan menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang alias abuse off power juga adalah nyata sebuah tindakan koruptif.
Sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengelola kebijakan dan anggaran trilunan per tahun, bupati dan para pejabat daerah rentan masuk ke wilayah korupsi dan abuse off power itu. Karenanya, jika dilakukan dengan tulus, maka suasana batin setelah menandatangani pakta integritas antikorupsi ibarat menahan lapar di tengah jamuan makan siang bermenu menggoda lidah. Jika bisa tahan, tentu ganjarannya adalah mahkota kewibawaan yang bisa dijunjung sepanjang masa. Tapi jika tidak, cacat integritas itu akan dibawa hingga akhir hayat. Berat memang.
Menyimak godaan yang tinggi itu, tentu saja kita juga khawatir. Bahwa pakta integritas antikorupsi yang dikumandangkan hari ini akan bernasib sama seperti ikrar-ikrar yang lain. Apalagi, pakta integritas dan sejumlah sebutan lainnya yang sejenis sebenarnya bukan barang baru di tanah air. Sejak era reformasi, para pejabat sudah disyaratkan untuk menandatangani pakta integritas. Ikrar moral ini bahkan bukan hanya untuk korupsi. Tapi termasuk perilaku pejabat yang harus mencerminkan etika moral masyarakat timur. Kenyataannya, lain pakta lain pula fakta. Makin banyak pakta integritas ditandatangani, makin banyak pula fakta pejabat yang dikeler ke jeruji besi karena korupsi.
Kita tentu tidak ingin deklarasi dan penandatanganan pakta antikorupsi yang hari ini dikumandangkan oleh bupati dan para pejabatnya hanya akan menjadi pemanis bibir dan surga telinga. Kita berharap dan mendukung upaya bupati melawan korupsi di Kabupaten Banggai ini bisa terwujud. Kita mendorong dokumen pakta integritas yang ditandatangani hari ini menjadi macan yang siap menerkam siapapun pejabat yang masih coba-cona menilep uang rakyat. Kita akan mengawal dokumen pakta integritas itu bukan sekadar macan ompong yang sangar wajahnya tapi kalem mentalnya alias tidak menakutkan. Kita mendorong pakta integritas itu bisa seiring sejalan dengan fakta di lapangan. Sebab jika tidak, kita akan kembali disuguhkan dengan propaganda paradoks: “Katakan tidak, padahal korupsi”.(*)

About kanaya