Home » Nasional » JK Beber Kejanggalan Bank Century
JK Beber Kejanggalan Bank Century
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan usai memenuhi panggilan KPK, Kamis (21/11/2013). Kalla diperiksa sebagai saksi ahli terkait penyidikan dugaan korupsi dalam skandal Bank Century.--FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

JK Beber Kejanggalan Bank Century

Minta SBY Tidak Dilibatkan

JAKARTA – Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengaku bahwa banyak kejanggalan dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dan mendapat fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP). Hal itu dia sampaikan setelah menjalani pemeriksaan sekitar dua jam di gedung KPK. Dia bahkan mengaku pernah diberi informasi palsu terkait dengan status Bank Century.
JK selesai menjalani pemeriksaan di gedung KPK pukul 15.45. Kepada para wartawan yang sudah menunggu, dia menyatakan ditanya banyak hal oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Terutama soal pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
’’Pada 20 (November 2008) sore itu kami rapat. Ibu Sri Mulyani (Menkeu) dan Pak Boediono sebagai gubernur (BI). Semua sepakat dan menjelaskan bahwa tidak ada krisis ekonomi. Semua aman,’’ ungkap JK. Namun, semua itu berubah beberapa jam kemudian.
Dia menyebutkan, ada rapat lagi di gedung Kemenkeu yang tiba-tiba memutuskan adanya bank yang gagal dan berdampak sistemik. Pengusaha asal Makassar itu tidak tahu apa yang melandasi munculnya keputusan tersebut. Sebab, dia mengaku tidak mengikuti rapat lanjutan itu.
Sepengetahuan dirinya, saat rapat terjadi perdebatan sengit untuk menetapkan status Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik itu. Sampai sekarang JK heran kenapa ada rapat lagi malam-malam itu, padahal sebelumnya disebutkan tidak ada bank gagal. ’’Gagalnya Rp 600-an miliar, tetapi lewat tiga hari jadi Rp 2,5 triliun. Aneh lah,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut ketua umum PMI itu mengakui pernah ada informasi menyesatkan yang dia terima. Kabarnya, Bank Century dianggap gagal setelah dirampok pembelinya. Sebagai Wapres, JK saat itu langsung menginstruksikan untuk segera menangkap perampok tersebut. Ternyata, semua itu bukan soal perampokan.
’’Itulah pertanyaannya. Bank Century katanya ada kekurangan. Bolong Rp 600-an miliar itu. KSSK menyetujui bayar Rp 600-an miliar itu. Tapi, yang terjadi malah dibayar Rp 2,5 triliun,’’ katanya.
Ditanya soal siapa yang harus bertanggung jawab, JK tidak menjawab dengan tegas. Dia hanya menyebutkan, yang mengambil keputusan dan membayar adalah tersangka utama. Siapa? ’’KPK harus mencari sosok tersebut,’’ ujar JK.
Selain itu, dia menegaskan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan BI harus menjelaskan semuanya secara gamblang.
Ditanya apakah itu berarti KPK harus memeriksa Boediono, JK menampik. Dia menjawab, bukan Boediono secara pribadi, tapi BI secara institusi.
Agar opini tidak melenceng ke mana-mana, dia juga menegaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu dikaitkan. Alasannya, saat itu SBY sedang mengadakan kunjungan ke AS dalam beberapa hari. Nah, urusan dalam negeri secara otomatis diserahkan kepada dirinya selaku Wapres. Karena itu, saat ini penyidik KPK sampai membutuhkan keterangan dirinya. ’’Kenapa saya dipanggil? Sebab, saat itu saya yang ngurus dalam negeri,’’ jelasnya.
Sebelumnya, saat tiba di gedung KPK pukul 13.45, JK menyatakan tidak tahu siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus Bank Century. Dia hanya yakin bahwa KPK dan pengadilan nanti mampu mengungkap secara utuh aktor di balik kasus tersebut.
Sementara itu, Jubir KPK Johan Budi S.P. mengungkapkan, ada sejumlah pertanyaan terkait dengan posisi JK saat itu, yakni wakil presiden. Namun, seperti biasa, dia menyatakan tidak tahu materi pertanyaan kepada JK. ’’Yang ditanyakan tentu berkaitan dengan posisinya sebagai wakil presiden saat itu,’’ katanya.
Meski keterangan beberapa saksi menyebutkan keputusan secara kolektif, KPK belum berencana memanggil Wapres Boediono. Johan mengakui, saat itu Boediono menjabat gubernur BI. Tetapi, keterangannya belum dibutuhkan penyidik. Karena itu, hingga hari ini Boediono belum juga dimintai keterangan.
’’Sampai hari ini belum ada rencana. Tetapi, jika penyidik memerlukan keterangan, yang bersangkutan tentu akan dipanggil atau diperiksa,’’ urainya. Dia mengelak saat dituding KPK takut memeriksa Boediono karena jabatannya sebagai Wapres.
Dia menegaskan bahwa KPK pernah memeriksa Boediono. Tepatnya saat kasus pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik masih dalam ranah penyelidikan. Johan memastikan penyidik akan memanggil Boediono kalau keterangannya diperlukan.
’’Bagaimana KPK dibilang takut memeriksa kalau sebelumnya dia pernah dimintai keterangan? Kalau memang diperlukan, tidak perlu menunggu jabatan Wapres-nya berakhir,’’ tegasnya. (dim/c5/agm/jpnn)

About kanaya