Home » Berita Utama » Status Atut Bisa Menjadi Tersangka
Status Atut Bisa Menjadi Tersangka
ATUT DIPERIKSA: Gubernur Banten Atut Chosiyah tiba di gedung KPK guna memenuhi panggilan KPK Jakarta, Selasa (19/11/2013). (FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS)

Status Atut Bisa Menjadi Tersangka

JAKARTA – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kembali menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (19/11). Tim penyidik kali ini menginterogasi Atut terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Pemprov Banten. Sebelumnya, penyidik memanggil Atut sebagai saksi dalam kasus suap sengketa pilkada Lebak.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Atut masih menjadi terperiksa dalam kasus alkes. Namun, status itu dapat berubah jika Atut memang memiliki peran dalam perkara tersebut.
Untuk itulah, pihaknya terus mengklarifikasi politikus Partai Golkar tersebut. Atut harus kooperatif dan menyampaikan semua informasi dengan jujur agar kasus yang masih diselidiki itu terang benderang. Apalagi, KPK sudah memiliki beberapa temuan soal proyek alkes tersebut.
Saat ditanya soal kemungkinan Atut menjadi tersangka, Samad tidak mau berandai-andai. Menurut dia, itu terlalu prematur karena pihaknya masih menyelidiki perkara tersebut. ”Tidak menutup kemungkinan kalau hasil pemeriksaan berkelanjutan ditemukan dua alat bukti yang cukup, signifikan, dan kuat. Statusnya bisa berubah dari saksi menjadi tersangka,” urai Samad setelah menjadi pembicara dalam seminar di gedung Bidakara kemarin.
Selain Atut, penyidik akan memanggil adik ipar gubernur Banten itu yang juga Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany. Entah bersaksi untuk kasus yang membelit suaminya, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan (dalam kasus suap pilkada Lebak) atau menjadi terperiksa dalam kasus alkes. Seperti diberitakan, KPK juga menyelidiki dugaan korupsi proyek alkes di Pemkot Tangsel. ”Statusnya juga masih saksi. Airin akan diperiksa nanti, hanya masalah waktu. Pasti akan diperiksa,” ucap Samad.
Terpisah, Atut memilih irit komentar saat ditanya soal penyelidikan kasus proyek alkes di lingkungan kerjanya. Setelah diperiksa selama tujuh jam sejak pukul 10.00 WIB, dia enggan menjawab secara detail pertanyaan wartawan. Apalagi jika pertanyaan itu sudah menyinggung pertanggungjawaban dia sebagai kepala daerah. ”Kami sudah memberikan keterangan dan klarifikasi terkait dengan sarana dan prasarana di Pemprov Banten,” jawab Atut.
Dia lantas meminta para wartawan memberinya jalan untuk menuju mobil bernopol B 22 AAH yang sudah menunggunya. Selama perjalanan menuju mobil, Atut memilih bungkam. Mulutnya baru terbuka saat ditanya apakah dirinya siap menjadi tersangka atau tidak. Namun, jawaban yang keluar tetap singkat. ”Mohon maaf ya,” katanya sambil terus berjalan menuju mobil.
Ada dua kasus dugaan korupsi proyek alkes yang ditangani KPK. Di Pemkot Tangsel dan Pemprov Banten. Kasus di Pemkot Tangsel sudah naik ke penyidikan dengan tiga tersangka. Mereka adalah Wawan, Dadang Prihatnadari (PT Mikindo Adiguna Pratama), dan M.J. Mamak Jamaksari (Kabid Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Kesehatan Pemkot Tangsel).
Oleh KPK, ketiganya disangka melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang 31/1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Belum jelas kapan KPK menaikkan dugaan korupsi alkes di Provinsi Banten. Termasuk mengumumkan siapa saja yang berpotensi menjadi tersangka. (dim/c11/agm)

 

About kanaya